Sabtu, 31 Desember 2011

Bagi yang Mau Hura-Hura, Ingatlah Ancaman Allah

Oleh Hartono Ahmad Jaiz

Wahai siapa saja yang akan hura-hura dengan menghamburkan harta sia-sia pada hari-hari yang kalau Allah kehendaki ada huru hara.

Wahai siapa saja yang ingin mengejar nafsu tak peduli apakah itu meniru-niru orang kafir —yang penting senang-senang— di tengah-tengah sebagian banyak faqir miskin lagi merintih karena himpitan beban hidup yang semakin kencang.

Wahai siapa saja yang ingin bermaksiat di tengah-tengah masyarakat yang sebagian (banyak?) sedang melarat.

Wahai siapa saja yang ingin berjoget dan meniup terompet di saat kebanyakan masyarakat kecil lagi kepepet.

Wahai siapa saja yang ingin membakar mercon dan kembang api dengan sia-sia dan menghamburkan harta di saat gunung-gunung di Indonesia sedang berstatus waspada dan siaga untuk memuntahkan api.

Allah SWT telah memperingatkan:

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi". (QS. Al-A’raaf [7] : 96-99)

Bagi orang-orang yang membuat makar jahat, ingatlah!

"Maka Apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari,atau Allah mengazab mereka diwaktu mereka dalam perjalanan, Maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak (azab itu),atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur/ dalam Keadaan takut (sampai binasa). Maka Sesungguhnya Tuhanmu adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang". (QS. An-Nahl [16] : 45-47)

Allah telah memperingatkan dengan firman-Nya. Masih pula memperingatkan dengan keadaan di sekitar kita yang ada di bumi.

"Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin". (QS. Adz-Dzariyat [51] : 20)

Bila manusianya sudah banyak yang tidak bertaqwa, bahkan banyak dosa, lupa akherat, lupa Allah Ta’ala; sebenarnya ayat-ayat tersebut di atas sudah cukup untuk mengingatkannya. Namun karena sebegitu besar kasih sayang Allah Ta’ala, masih pula manusia ini diberi peringatan dengan adanya gejala bencana.

Kini di Indonesia sedang aktiv gunung berapi sebanyak 24 yang berstatus waspada dan siaga.

“Gunung api yang statusnya Waspada ada 18 gunung dan Siaga ada 6 gunung,” kata Kepala Bidang Pengamatan Gunung Api, PVMBG Hendrasto, saat dihubungiTempo, Selasa, 27 Desember 2011.

Gunung yang tengah berstatus Siaga atau Level III adalah Gunung Ijen, Gamalama, Papandayan, Karangetang, Lokon, dan Anak Krakatau. Adapun yang statusnya Waspada atau Level II adalah Sorik Marapi, Sundoro, Anak Ranakah, Tambora, Lewotobi Laki-Laki, Soputan, Ibu, Lewotobi Perempuan, Marapi, Bromo, Dieng, Gamkonora, Sinabung, Talang, Kerinci, Semeru, Sangeangapi, serta Dukono.

Dia menjelaskan, umumnya untuk gunung api yang tengah ditetapkan dalam status Siaga diberlakukan larangan mendekati radius tertentu dari kawah aktif gunung itu. Kendati beragam, umumnya sekitar 3 kilometer, kecuali khusus Gunung Ijen yang dilarang didekati hingga radius 1,5 kilometer. ”Tergantung karakter gunungnya,” kata Hendrasto.(Hindari 24 Gunung Api Ini Saat Perayaan Tahun Baru, AHMAD FIKRI, SELASA, 27 DESEMBER 2011 | 14:42 WIB, TEMPO.COM)

Sementara itu kedhaliman yang ditengarai akan meledak konfliknya ada 14 daerah. Kapan-kapan kemungkinan akan pecah konflik menurut analisa orang.

“Sengketa lahan yang kini masih terjadi, sewaktu-waktu bisa meledak. Bisa meledak seperti di Bima dan Mesuji,” tegas TB Hasanuddin saat ditemui di DPR, Kamis (29/12/2011).

Keempat belas daerah rawan konflik besar yang dimaksud antara lain:

1. Masalah lahan sawit di Belitang Hilir kabupaten Sekadau Kalimantan Barat.
2. Masalah lahan tanah yang dirampas oleh pemerintah untuk pembangunan wilayah wisata di Gilitrawangan Selatan, Nusa Tenggara Barat.
3. Masalah sengketa tanah antara TNI AU dengan rakyat di Garut selatan dan Rumpin, Bogor, Jawa Barat.
4. Sengketa tanah antara rakyat dengan TNI AD di Kebumen, Jawa Tengah.
5. Sengketa lahan rakyat dengan PT Permata Hijau Pasaman, di Jorong Maligi,Kanagarian Sasak Ranah Pesisir, Sumatera Barat.
6. Sengketa lahan sawit PT JMB dengan rakyat di Separi Tenggarong Kutai Kartanegara Kalimantan Timur.
7. Sengketa lahan sawit di Muara Tae Kutai Barat, Kalimantan Timur.
8. Sengketa lahan sawit di Wanasalam/Malingping Kabupaten Lebak, Pandeglang, Provinsi Banten.
9. Sengketa lahan PT Bintang Delapan Mineral di Tiaka Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
10. Sengketa di Donggi Sinorak di Kab Luwu,Banggai, Sulawesi Tengah.
11. Sengketa Lahan sawit PT Sonokeling di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
12. Sengketa lahan PT Citra Palu Mineral di Toli-toli, Sulawesi Tengah.
13. Sengketa lahan PT CPM di Paboya, Palu, Sulawesi Tengah.
14. Beberapa daerah di Sumatera Utara.

(Daftar 14 Daerah Berpotensi Konflik Besar, Tribunnews.com – Kamis, 29 Desember 2011 17:34 WIB) (lihat http://nahimunkar.com/10394/akibat-tidak-berhukum-dengan-hukum-allah-terancam-banyak-timbul-konflik/)

Selayaknya manusia di dunia ini menggunakan sisa umurnya untuk bertaubat kepada Allah Ta’ala, mendekatkan diri kepada-Nya, dan memohon keselamatan untuk dunia dan akherat.

"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik". (QS. Al-Hadid [57] : 16)

Siapakah yang mampu mencegah bila bencana yang faktor-faktornya sudah dibuat sendiri oleh para manusia ini, begitu Allah timpakan kepada para manusia?
Jelas tidak ada yang mampu menolaknya. Maka secara akal bahkan secara penegasan ayat, yang merasa aman dari adzab Allah itu hanyalah orang-orang yang rugi.

"Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi". (QS. Al-A’raf [7] : 99)

Wahai kawula penduduk Nusantara yang tetap nekat hura-hura dengan menghamburkan harta untuk sia-sia di tengah kemungkinan adanya huru-hara…

Diingatkan sudah, dikritik sudah, bahkan dijatuhi bencana tsunami yang mematikan 225.000 manusia di Aceh yang baru saja malamnya (ada khabar mereka hura-hura joget-joget) di pantai dalam acara kemusyrikan natalan, lalu paginya 26 Desember 2004 langsung disapu tsunami hingga bergelimpangan tak bernyawa lagi; juga sudah. Maka kalau nanti ada apa-apa dan termasuk yang rugi (seperti yang ditegaskan ayat) itu tadi, ya sudah!

Ya Allah, ya Rabbi, kami mohon ampunanMu. Sebagaimana yang Engkau tuntunkan dalam firman-Mu:

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (QS. Al-Baqarah [2] : 286)

Amien ya Rabbal ‘alamien.

(nahimunkar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

    Blogger news

    Blogroll

    About