Sabtu, 17 Desember 2011

Pejuang Al-Shabaab Sangat Menakutkan Barat

Pejuang al-Shabaab melalui akun Twitternya dalam sepekan ini mereka membuat laporan tentang serangan terakhir mereka terhadap pasukan pemerintah dan pasukan penjaga perdamaian dari Kenya.

"Anak laki-laki berpengalaman anda melarikan diri dari konfrontasi dan gentar dalam menghadapi kematian," tulis Shabab di posting ke markas Tentara Kenya. Tulisan itu menggambarkan, di mana pasukan penjaga perdamaian dari Kenya yang melarikan diri, karena takut mati, dan sebagian dari mereka pulang ke perbatasan negaranya.

Media Barat mengecamnya dengan kata-kata yang sangat kotor, seperti mengatakan al-Shababb sebagai, "munafik, militan brutal, di mana jutaan orang tidak memiliki cukup makanan, tetapi mempraktekkan hukum potong tangan", cetus mereka.

Memang, al-Shabab dengan keras menolak praktek-praktek Barat - melarang musik Barat, film, potongan rambut dan bra, dan bahkan memblokir bantuan Barat untuk korban kelaparan. Semua bentuk Barat dinajiskan oleh al-Shabaab. Al-Shabaab kelompok Islam puritan - dan dengan menggunakan Twitter, mereka melakukan komunikasi dengan dunia luar.

Al-Shabab memiliki kekuatan yang tidak tanggung-tanggung, karena berani menghadapi ribuan pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika, militer Kenya, militer Ethiopia dan serangan pesawat tak berawak (drone) Amerika. Mereka tidak menyerah. Justeru pasukan penjaga perdamaian yang ketakutan dengan taktik perang yang dilakukan oleh pejuang al-Shabaab.

Twitter adalah tren yang muncul yang digunakan para kelompok pejuang, yang menghadapi kekuatan seperti Amerika dan Israel. Al-Shabab menyatakan kesetiaannya kepada Al Qaeda - dan menggunakan media sosial seperti Facebook, MySpace, YouTube dan Twitter. Kekuatan al- Qaeda di Yaman telah terbukti sangat ahli menyebarkan ajaran-ajaran dan komentar mereka melalui beberapa jaringan media sosial itu.

"Media Sosial telah membantu kelompok-kelompok gerakan Islam yang dicap "teroris" untuk merekrut individu, meningkatkan dana dan mendistribusikan propaganda lebih efisien dibandingkan masa lalu," kata Seth G. Jones, seorang ilmuwan politik di RAND Corporation.

Al-Shabab, ini sering memposting tulisannya yang bernas, seperti "Ketka Eropa masih dalam kegelapan Islam telah membuat kemajuan dalam fisika, matematika, astronomi, arsitektur dan lainnya", tulisnya. Tulisan-tulisan itu, dipostingkan ke markas besar Angkatan Darat Kenya. Juru bicara militer Kenya, Mayor Emmanuel Chirchir, juga seorang penulis yang banyak bicara di posting, dan hasilnya peperangan di di Twitter.

Jenderal Chirchir menulis bahwa al-Shabab itu sering mengangkut senjata dengan keledai. Sehingga, "Setiap konsentrasi besar dan gerakan keledai, dianggap sebagai aktivitas Al Shabaab", tulisnya. Kemudian, al-Shabab menjawab, "Seperti keledai melakukan pemboman, yang anda maksud!". "Strategi pertempuran eksentrik anda telah melanggar hak-hak hidup hewan", ujar Jenderal Chirchir.

Al-Shabaab, dituduh melakukan kejahatan kemanusiaan, seperti terhadap orang yang menggunakan gigi emas atau mencuri di toko dipenggal, digergaji lengannya dan pezinah dirajam. Namun, pada saat yang sama, mereka menunjukkan kemampuan teknis mereka, membuat bom bunuh diri (terminologi Barat), yang hebat dan meletakkan bom berkekuatan tinggi di pinggir jalan. Mereka menampilkan karya mereka melalui video propaganda luar biasa, situs web dan chating, serta media digital lainnya.

Al-Shabaab sangat menakutkan bagi banyak pejabat Amerika - kenyataannya orang-orang Barat yang berpendidikan ikut bergabung dengan Shabab. Beberapa Somalia-Amerika telah menjadi pelaku bom bunuh diri, dan bahkan seorang warga Amerika dari Alabama, nampak menjabat sebagai komandan medan perang.

Tentu mustahil mengetahui siapa sebenarnya yang mengoperasikan akun Twitter, HSMPress, yang menamakan diri sebagai al-Shabaab atau al-Harakat al-Mujahidin, atau Gerakan Pemuda Pejuang Suci, sebagai nama lengkap Shabaab itu. Pejabat Uni Afrika dan Barat mengatakan account mereka sah, dan HSMPress terakhir menggunakan Twitter untuk mempublikasikan kartu identifikasi beberapa penjaga perdamaian Uni Afrika hilang, mungkin tewas dalam pertempuran. Pada hari Rabu, Uni Afrika menegaskan bahwa kartu itu otentik.

Account Twitter terhubung ke account e-mail yang dioperasikan oleh "Kantor Pers" al- Shabab yang secara rutin menyediakan laporan rinci - informasi tentang bagaimana pasukan al-Shabaab memerangi pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika. Kadang-kadang, informasi Shabab lebih benar dibandingkan dengan informasi dari pasukan Uni Afrika, seperti yang terjadi selama pertempuran terakhir yang intens di ibukota Somalia, Mogadishu. Di mana Shabaab mengaku telah membunuh puluhan pasukan penjaga perdamaian, sedangkan Uni Afrika awalnya mengatakan hanya kehilangan 10 anggota pasukannya. Para pejabat Uni Afrika kemudian mengakui bahwa Shabab benar.

Pria di balik e-mail dan tulisan di Twitter menyebut dirinya Sheik Yoonis, yang mungkin merupakan nama samaran. Tokoh itu telah menanggapi pertanyaan tertulis dari The New York Times melalui wawancara telepon dengan aksen Inggris.

Afyare Elmi, ilmuwan politik Somalia di Universitas Qatar, mengatakan Shabaab memiliki strategi komunikasi yang lebih koheren daripada Pemerintah Transisi Somalia. Di mana pemerintah Somalia sangat lemah melakukan kontrol wilayah dan jaringan komunikasi. Dia menambahkan bahwa penggunaan e-mail dan account Twitter, yang dimulai 7 Desember, adalah bagian dari upaya Shabaab membangun citra publik mereka.

Al-Shabab baru-baru ini mengadakan acara kuis untuk anak-anak. Hadiahnya adalah granat dan AK-47. Pada bulan Oktober, pemimpin Shabaab mengundang tokoh al-Qaeda melihat perkembangan di negeri itu. Minggu ini Shabab mengumumkan pembukaan baru "Kantor Statistik Perang," yang akan melaporkan jumlah korban perang, dan ini bentuk profesionalisme dari gerakan itu.

"Apakah Twitter semacam artileri al-Shabab?", tanya Muktar Abdi, seorang sopir taksi.Jelaslah bahwa Shabab, dengan posting komentar dalam bahasa Inggris, mencoba menarik orang di luar Somalia. Pada Rabu sore, akun Twitter Shabab telah mencapai 3.186 pengunjung. Mereka memiliki semanagat yang sangat luar biasa, bukan hanya perang, tetapi mereka juga canggih menggunakan perangkat digital untuk perjuangan yang ingin mereka tegakkan. (mh/tnt)

0 komentar:

Posting Komentar

    Blogger news

    Blogroll

    About